Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

PRINSIP PENGORGANISIRAN MASSA RAKYAT

 Prinsip  Pengorganisiran Rakyat 1.   Sadar Ketertindasan Semenjak orde baru berkuasa rakyat sudah tidak mempunyai ruang gerak, rakyat dibungkam dalam kekritisannya, apalagi sejak peristiwa malari, tidak tampak nuansa perlawanan rakyat lagi. Rakyat benar-benar “dininabobokan” dengan ilusi-ilusi yang menggiurkan, mahasiswa yang merupakan bagian dari rakyat diajak untuk berdansa-dansi dan jauh dari kehidupan politik dengan diberlakukannya NKK-BKK, organisasi-organisasi Mahasiswa yang dulunya menjadi organisasi intra-universiter harus “terusir” dari kampusnya dikarenakan kebijakan NKK-BKK tersebut dan harus berideologi Pancasila sebagai asas tunggal dari organisasi mereka. Padahal kalau dilihat dari filosofis Pancasila sendiri memahami keterbedaan. Bagi mereka yang melawan maka organisasinya akan di “bredel”. Sementara petani tidak lagi dapat menguasai alat produksinya yaitu tanah, tanah-tanah mereka dirampas dengan dalih untuk pembangunan, padahal dalih semacam ...

ADVOKASI MASSA RAKYAT

Pengertian Advokasi Pengartian tentang Advokasi selalu tidak ada definisi yang baku. Pengertian advokasi selalu berubah-ubah tergantung pada keadaan, kekuasaan, dan politik pada suatu kawasan tertentu. Advokasi sendiri dari segi bahasa adalah pembelaan. Jadi sesungguhnya pengertian  advokasi  sangat  beragam  tergantung  dari  siapa  yang melakukan  advokasi  dan  perspektif  yang  digunakan. Namun  dari berbagai  pengertian  tersebut  apabila ditarik benang  merah  tujuannya yaitu mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik dengan cara-cara yang demokratis. Sebaiknya definisi ini hanya digunakan sebagai panduan, karena organisasi yang berbeda melakukan advokasi yang berbeda pula dan organisasi yang melakukan advokasi dalam pekerjaan mereka menggunakan bentuk advokasi yang berbeda pula. Advokasi  adalah strategi untuk mempengaruhi pembuat kebijakan (stake holder) ketika mere...

SOSIAL MEDIA SAYA

BERSOSIALISASILAH DENGAN BIJAK                                                               my name is Sumarjono karena hidup juga perlu bersosialisasi, tak ada makna dalam kesendirian selain berinteraksi dengan sesama. baik dalam interaksi nyata maupun maya. maka begitu sadarnya saya bersosial media pun menjadi pilihan. ini adalah link sosial media saya. 1.facebook                                               https://www.facebook.com/jono.oh.buangetz       search on facebook page : jono elemende , jono teras elemende sukoharjo, sumarjono 2. instagram search on istagram page : jono elemende, jono sukoharjo

HIDUP YANG ASYIK

Kadang ada yang perllu diasyikkan dalam hidup ini. termasuk ada goyangan di dalamnya.  

DISKUSI LINCAK

Gelar Diskusi, Lincak Sukoharjo Urai Benang Kusut Pertanian Sukoharjo,( sorotsukoharjo.com )-- Bicara tentang persoalan pertanian memang tak pernah ada habisnya. Sukoharjo sebagai Kabupaten Swasembada beras Jawa Tengah nyatanya tidak lepas dari persoalan klasik seputar dunia pertanian. Peduli akan hal tersebut, Komunitas Lincak Sukoharjo gelar diskusi untuk mengurai benang kusut masalah pertanian, bertempat di belakang Gedung Promosi Daerah, pada Jumat (17/03/2017) malam. Ketua Lincak Sukoharjo, Sumarjono mengatakan posisi lincak pada kesempatan diskusi ini merupakan penjembatan antara rakyat dengan birokrat. Ini sifatnya diskusi, jadi tujuannya untuk membahas segala problematika yang dihadapi para petani, dan setelah diskusi nanti diharapkan bisa menemukan jalan keluar atau solusi jitu, untuk mengurai permasalahan yang dihadapi petani terkhususnya di Kabupaten Makmur ini. Pertanian memang perlu kita pikirkan bersama. Dengan diskusi ini kita harapkan nanti hadir ide-i...

CINTAI BUMN KITA

ilustrasi Wajah  Bung Karno tampak sumringah saat meresmikan pabrik semen di Gresik, Jawa Timur, pada 7 Agustus 1957. Semen bukan sekedar soal industri, tetapi juga tiang pancang untuk cita-cita besar Bung Karno: ekonomi berdikari. Pabrik semen gresik adalah pabrik semen kedua milik RI. Yang pertama, pabrik Semen Padang, merupakan bekas pabrik Belanda yang dinasionalisasi tahun 1958. Sayang, kendati Indonesia sudah punya dua pabrik semen, tetapi kapasitas produksinya baru memenuhi 60 persen kebutuhan nasional. Sisanya, 40 persen, harus diperoleh melalui impor. Inilah yang membuat Bung Karno masih agak resah. Bayangkan, barang yang sifatnya vital harus diimpor dari luar negeri. Selain berbiaya mahal dan menguras kas negara, juga menciptakan ketergantungan ekonomi. Bung Karno tidak setuju itu. Karena itu, tidak ada pilihan lain, Indonesia harus membangun pabrik semen sendiri. Betapa vitalnya industri semen bagi bangsa, Bung Karno kerap menyinggungnya dalam pidato. S...